Sabtu, 15 Juni 2013

COORDINATE CONJUNCTION

--> Pengertian Coordinate Conjunction
merupakan kata penghubung yang menghubungkan dua atau lebih kata, klausa, ataupun kalimat, yang mempunyai bentuk sintaksis (aturan dalam hal pembuatan kalimat) yang sama. Contoh-contoh kata penghubung coordinating yaitu: for, and, nor, but, or, yet, and so. Untuk memudahkan dalam menghafalnya biasa disingkat FANBOYS.

--> Punctuation (Tanda Baca) pada Coordinate Conjunction
Jika coordinate conjunction digunakan untuk menghubungkan dua independent clause di dalam suatu compound sentence, maka tanda baca koma ditempatkan tepat sebelum kata hubung tersebut.
Contoh Punctuation pada Coordinate Conjunction:
Ø  I love running and swimming. (antar verb)
Ø  Rita and I arrived this morning, and we just left 10 minutes ago. (antar independent clause)

--> Contoh Coordinate Conjunction
1.  For (karena)
Ø  He didn’t come last night, for he fell asleep. (Dia tidak datang semalam, karena dia tertidur.)
2.  And (dan)
Ø  The trainees laughed and cried simultaneously. (Siswa latihan tertawa dan menangis secara bersamaan.)
Ø  Vina and Amel wake up at 5:00 am, and they go to school at 6:30 am. (Vina dan Amel bangun jam 5 pagi dan mereka pergi ke sekolah jam setengah tujuh pagi.)
3.  Nor (tidak)
Ø  She didn’t come to the ceremony, nor did her friends. (Dia tidak datang ke perayaan, tidak juga teman-temannya.)
4.  But (tapi, namun)
Ø  The man helped in sincerity, but many people thought negatively about him. (Pria itu membantu dengan tulus, namun banyak orang berpikir negatif.)
5.  Or (atau)
Ø  What do you prefer to stay at home or go to the cinema on this weekend? (Apa yang lebih kamu suka, diam di rumah atau pergi ke bioskop akhir minggu ini?)
6.  Yet (tapi, namun)
Ø  The book is thick, yet the text is large. (Buku itu tebal, tapi tulisannya besar.)
7.  So (agar, sehingga)

Ø  Please reconsider, so you will not regret one day. (Tolong pertimbangkan kembali, agar kamu tidak menyesal suatu hari nanti.)

Sabtu, 04 Mei 2013

NOUN CLAUSE

--> Pengertian Noun Clause
Nouns clause adalah klausa yang berfungsi sebagai nomina Atau dengan kata lain noun clause juga digunakan atau memiliki fungsi yang sama sebagai noun (kata benda). Karena fungsinya sebagai nomina, maka noun clause dapat berfungsi sebagai: subjectkalimat (subject of a sentence), object verba transitif (object of a transitive verb), objectpreposisi (object of a preposition), pelengkap (complement), dan pemberi keterangan tambahan (noun in apposition).

--> Fungsi dan Contoh Noun Clause
1.    Noun clause sebagai subject kalimat (subject of a sentence)
 Contoh kalimat :
What you said doesn’t convince me at all. (Apa yang kamu katakan tidak meyakinkan aku sama sekali).
How he becomes so rich makes people curious. (Bagaimana dia menjadi begitu kaya membuat orang-orang menjadi penasaran).
What the salesman has said is untrue. (Apa yang sudah dikatakan oleh pedagang itu tidak benar).
That the world is round is a fact. (Bahwa bumi itu bulat adalah suatu kenyataan)

2.    Noun clause sebagai object verba transitif (object of a transitive verb)
 Contoh kalimat:
I know what you mean. (Saya tahu apa yang kamu maksud)
I don’t understand what he is talking about. (Saya tidak mengerti apa yang sedang dia bicarakan)
Please tell me what happened. (Tolong katakan pada saya apa yang terjadi)
He said that his son would study in Australia. (Dia mengatakan bahwa putranya akan belajar di Australia)

--> Verb (kata kerja) yang dapat diikuti oleh noun clause, dalam hal ini diikuti frase “that-clause” antara lain:
Admit: mengakui
Realize: menyadari
Announce: mengumumkan
Recommend: menganjurkan
Believe: percaya
Remember: mengingat
Deny: menyangkal
Reveal: menyatakan, mengungkapkan.
Expect: mengharapkan
Say: mengatakan
See: melihat
Forget: lupa
Stipulate: menetapkan
Hear: mendengar
Suggest: menganjurkan
Inform: memberitahukan
Suppose: mengira
Know: mengetahui, tahu
Think: berpikiri, berpendapat.
Promise: berjanji
Understand: mengerti, memahami
Propose: mengusulkan
Wish: berharap

3.    Noun clause sebagai object preposisi (object of a preposition)
 Contoh kalimat:
Please listen to what your teacher is saying. (Tolong dengarkan apa yang sedang di bicarakan gurumu)
Be careful of what you’re doing. (Hati-hati dengan apa yang sedang kamu lakukan)

4.    Noun clause sebagai pelengkap (complement)
 Contoh kalimat:

The good news is that the culprit has been put into the jail.
(Kabar baiknya adalah pelaku kejahatannya sudah dimasukkan ke penjara)
This is what I want. (Ini adalah apa yang aku inginkan)
That is what you need. (Itu adalah apa yang kamu butuhkan)

5.    Noun clause sebagai pemberi keterangan tambahan (noun in apposition)
 Contoh kalimat:
The idea that people can live without oxygen is unreasonable.
(Ide/ gagasan bahwa orang dapat hidup tanpa oksigen itu tidak masuk akal)
The fact that Adam always comes late doesn’t surprise me.
(Kenyataan bahwa Adam selalu datang terlambat tidak mengejutkan saya)

Senin, 22 April 2013

HAVE SOMETHING DONE


HAVE SOMETHING DONE
Lihatlah 2 kalimat ini. Apa perbedaan arti diantara keduanya
‘ I cut my hair ‘ à saya memotong rambut saya, berarti dia memotong rambutnya sendiri.
‘ I have my hair cut’ à Rambut saya telah dipotong yang berarti seseorang telah memotong rambut saya ( dalam hal ini kemungkinan seseorang penata rambut )
Kita memnggunakan Have Something Done untuk mengartikan seseorang melakukan pelayanan poda kita.
Grammar untuk ini sangat gampang  :
Have + Object + Past Participle
Mari kita lihat beberapa contoh :
We didn’t want to cook so we had a pizza delivered ‘
‘ i had my car washed at that new place by the station ‘
‘ i had my watch fixed ‘
Kita dapat juga menggunakan ‘ get ‘ ( dalam bahasa inggris tidak resmi ) menggantikan ‘ had ‘ dan artinya tetep sama. Kalimat tersebut sekarang menjadi
‘ We didn’t want to cook so we got a pizza delivered ‘
‘ i got my car washed at that new place by the station ‘
‘ i got my watch fixed ‘

FUTURE
‘ I had my watch fixed ‘ memberitahukan kita tentang masa lalu
‘ i am going to have/ get my watch fixed ‘ memberitahukan kita tentang masa depan
‘ going to ‘ menjelaskan pada kita tentang rencana yang telah dibuat.
Kita menggunakan ‘ will ‘ untuk sesuatu yang telah kita putuskan.
i just noticed how dirty my suit is. I will have / get it cleaned soon

QUESTIONS
Bayangkan jika kamu menyukai potongan rambut temanmu, kamu bisa bertanya padanya :
‘ where did you have/ get your hair cut ? ‘
Mungkin kamu baru saja pindah ke kota yang baru dan kamu memutuskan ini waktunya untuk memotong rambut.
‘ where can i have / get my hair cut ? ‘



Sabtu, 23 Maret 2013

TUGAS B.INGGRIS

 -- SINOPSIS FILM MAMA-- 

On the onset of the 2008 financial crisis, a distraught man, Jeffrey, kills his business partners and estranged wife before taking his children – three-year old Victoria and one-year old Lilly – away from home. Driving dangerously fast on a snowy road, the car slides off and crashes in the woods. Surviving the crash, Jeffrey takes the children into an abandoned cabin. Planning to kill his daughters and commit suicide, he holds a gun to Victoria's head. Just then, a shadowy figure pulls him out of the door, snapping his neck. The girls survive by the fireside and are tossed a cherry by the mysterious figure.
Five years later, a rescue party, sponsored by Jeffrey's brother, Lucas, find the children alive but animal-like in their behavior. The girls are put in a welfare clinic under the psychiatric care of Dr. Gerald Dreyfuss. Dreyfuss agrees to support Lucas and his girlfriend Annabel's custody claim against the girls' maternal great-aunt Jean. Dreyfuss is intrigued by the drawings the girls have made of a mysterious character they call "Mama", whom they talk to and play with. During an intimate moment between Lucas and Annabel one night, Annabel is startled by the appearance of a shadowed figure in their bedroom doorway; while investigating, Lucas is attacked by Mama and slides into a comatose state. Annabel, a punk-rock musician unrelated to the girls, finds herself left alone to care for them while Mama's visits continue. Although Annabel makes progress with Victoria, she finds Lilly hostile. Alarmed by nightmares and a warning about "Mama's jealousy", Annabel asks Dr. Dreyfuss to investigate.
Dr. Dreyfuss initially believes "Mama" to be a creation of Victoria's mind. However, his research corroborates Victoria's story that Mama is an aggrieved mother separated from her child and brings to light the story of Edith Brennan, a mental asylum patient in the 1800s. Dreyfuss recovers a box of a dead child's remains, and has his first encounter with Mama while interviewing Victoria. Annabel has a nightmare about Mama's past; Mama had committed suicide by jumping off a cliff after stealing her baby from the nuns who had separated them. While falling, Mama's child was snagged on a branch and killed on impact, while Mama fell into the water. Annabel realizes Mama never knew what happened to the child and has been searching for her; she sees Victoria and Lilly as substitutes. Lucas regains consciousness after having a disturbing vision of his dead brother Jeffrey telling him to go to the cabin in the woods. Annabel and the girls are visited by Jean, who, alarmed by some bruises on the girls, tries to get Annabel investigated for abusing them. Victoria's growing closeness with Annabel makes her less willing to play with Mama, unlike Lilly, who still prefers Mama to Annabel.
Dr. Dreyfuss visits the cabin to research Mama's presence, and upon trying to photograph her, is attacked and killed. Finding him missing, Annabel steals the girls' case files from his office. She learns that Edith and Mama are the same person, while Lucas leaves the hospital to search for the cabin. Shortly after she makes a breakthrough with Victoria, Annabel and the girls are attacked by a jealous Mama, who subdues Annabel, possesses the body of Aunt Jean, who had broken into the house for evidence of abuse, and escapes with the girls. Upon regaining consciousness, Annabel takes the box bearing the remains of Mama's child and heads for the woods, where she meets Lucas. The couple spot the children on a nearby cliff, where Mama (who killed Jean) is preparing to relive her suicide by taking Victoria and Lilly with her over the cliff. Annabel offers Mama the remains of her child, and the angry spirit undergoes a more peaceful transformation, appearing human again. But when Lilly calls out for her, Mama returns to her terrifying form and attacks, discarding the remains of her child. After a desperate struggle, Annabel has just enough strength to hold on to Victoria who decides to stay with her and Lucas, while Lilly cries that she and her sister should be with Mama. Mama encases herself and Lilly in a cocoon and jumps off the cliff, hitting the same branch she did in the 1800s. Upon impact, she and Lilly turn into a shower of moths. While hugging Annabel and Lucas, Victoria notices a blue and black butterfly land on her hand, which she believes to be Lilly.

B.INGGRIS DIRECT / INDIRECT SPEECH


DIRECT – INDIRECT SPEECH
Direct speech adalah kutipan asli suatu pembicaraan tanpa adanya suatu perubahan. Sedangkan indirect speech adalah bentuk kalimat laporan yang berguna untuk menceritakan kembali pembicaraan/pendapat seseorang yang mana mengalami modifikasi tertentu. Dibawah ini akan diberikan kepada anda materi direct-indirect speech secara lengkap.
1.     DIRECT SPEECH
Cara penulisan direct speech selalu diapit oleh tanda kutip,kalimat selalu di awali huruf capital. Tanda titik dua (:) atau koma (,) diletakkan sebelum direct speech bilamana kata penghubung/pelapor (reporting vern)-nya berada dimuka,dan tanda koma (,) harus diletakkan setelah direct speech bilamana kata penghubung diletakkan setelah atau diantara direct speechnya. Tanda baca seperti tanda seru (!),tanda Tanya (?) yang menunjukkan jenis kalimat direct tidak mengalami perubahan.
2.    INDIRECT SPEECH
Ada dua jenis indirect speech :
A.   Imperative (request)
Yang dilaporkan adalah suatu perintah. Karena kalimat perintah biasanya tidak mengenal subject,maka verb dalam direct imperative tidak mengalami perubahan. Verb dalam indirect menjadi ‘to invinitive’.
Contoh 1 :
Direct : He said to his servant,”Go away at once”.
Indirect : He ordered his servant to go away at once.
Contoh 2 :
Direct : “Watch TV”.
Indirect : He told me to watch TV.
B.  Declarative (statement)
1. Bila terdapat tenses maka penjabarannya sebagai berikut :
Ø Simple present tense menjadi simple past tense
Jika direct speech menggunakan simple present tense, maka indirect speech menggunakan simple past tense.
Contoh :
Direct : Linda said “I buy my dictionary at the book shop”.
Indirect : Linda said that she bought her dictionary at the book shop.
Ø Present continuous tense menjadi past continuous tense
Jika direct speech menggunakan present continuous tense maka indirect speech menggunakan past continuous tense.
Contoh :
Direct : She said “I’m doing my English homework”.
Indirect : She said that she was doing her English homework.
Ø Present perfect tense menjadi past perfect tense
Jika direct speech menggunakan present perfect tense maka indirect speech menggunakan past perfect tense.
Contoh :
Direct : John said ”I have finished doing my reports”.
Indirect : John said that he had finished doing his reports.
Ø Present perfect continuous tense menjadi past perfect continuous tense
Jika direct speech menggunakan present continuous tense maka indirect speech menggunakan past perfect continuous tense.
Contoh :
Direct : He said “We have been living here for three years”.
Indirect : He said that they had been living there for three years.
Ø Simple past tense menjadi past perfect tense
Jika direct speech menggunakan simple past tense maka indirect speech menggunakan past perfect tense.
Contoh :
Direct : He said “I went to school yesterday”.
Indirect : He said that he had gone to school the day before.
Ø Future tense menjadi past future tense
Jika direct speech menggunakan simple future tense maka indirect speech menggunakan past future tense.
Contoh :
Direct : Laila said “We will leave for Singapore”.
Indirect : Laila said that they would leave for Singapore.
Ø Past continuous tense menjadi past perfect continuous tense
Jika direct speech menggunakan past continuous tense maka indirect speech menggunakan past perfect continuous tense.
Contoh :
Direct : He said “I was reading an English novels”.
Indirect : He said that he had been reading English novels.

2. Bila terdapat modal,maka penjelasannya adalah :
Direct : “Ica watch TV”.
: “I may watch TV”.
: “I must watch TV”.
Indirect : She said that she could watch TV
: She said that she might watch TV
: She said that she had to watch TV.

3.  Bila terdapat interrogative sentence
a. Reporting verb say atau tell diubah menjadi ask atau inquire. Dengan mengulangi kata Tanya dan mengubah tense jika pertanyaan di mulai dengan kata Tanya.
Contoh :
Direct : He said to me,”where are you going?”
Indirect : He asked me where I was going.

b. Dengan menggunakan if/whether sebagai penghubung antara reporting verb dan reported speech dan mengulang tenses
Contoh :
Direct         : He said to me,”Are you going away today?”
Indirect      : He asked me whether I going today.
Sumber : http://dwikacahayu.wordpress.com/2012/03/25/direct-indirect-speech/

Sabtu, 12 Januari 2013

IBD : MANUSIA, HIDUP DAN KEMATIAN


A. PENGERTIAN HIDUP
Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjuangan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan. Maka dari itu, hari hari dalam hidupnya akan dijalani dengan berjuang. Sedangkan orang yang meyakini bahwa hidup adalah tantangan, akan melihat bahwa hidup yang dijalaninya adalah tantangan yang harus di pecahkan. Dia akan menjalani kehidupannya dengan “memecahkan tantangan”. Orang yang meyakini bahwa hidup adalah perjalanan akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjalanan panjang yang harus dicapai tujuannya. Maka dari itu dia akan menjalani kehidupannya dengan “berjalan” diatasnya.

B. PENGERTIAN MATI
Pengertian hidup menurut bahasa Arab adalah kebalikan dari mati (naqiidlul maut). Tanda-tanda kehidupan nampak dengan adanya kesadaran, kehendak, penginderaan, gerak, pernapasan, pertumbuhan, dan kebutuhan akan makanan.
Sedang pengertian mati dalam bahasa Arab adalah kebali­kan dari hidup (naqiidlul hayah). Dalam kitab Lisanul Arab dikatakan :
“Mati adalah kebalikan dari hidup.”
Jadi selama arti mati adalah kebalikan dari hidup, maka tanda-tanda kematian berarti merupakan kebalikan dari tanda-tanda kehidupan, yang nampak dengan hilangnya kesadaran dan kehendak, tiadanya penginderaan, gerak, dan pernapasan, serta berhentinya pertumbuhan dan kebutuhan akan makanan.
Ada beberapa ayat dan hadits yang menunjukkan bahwa manusia akan mati ketika ruhnya (nyawanya) ditahan dan ketika jiwanya dipegang oleh Allah SWT Sang Pencipta. Allah SWT berfirman : “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentu­kan.” (QS. Az Zumar : 42)
Imam Muslim meriwayatkan dari Ummu Salamah RA bahwa Rasulullah SAW :
“Sesungguhnya jika ruh sedang dicabut, maka mata akan men­gikutinya…”
Perlu dipahami bahwa tidak ada yang mengetahui hakekat jiwa dan ruh tersebut kecuali Allah SWT. Demikian pula masalah pemegangan/pencabutan serta pengembalian ruh dan jiwa kepada Allah SWT selaku pencipta keduanya, termasuk dalam perkara ghaib yang berada di luar jangkauan eksperimen ilmiah. Yang dapat diamati hanyalah pengaruh-pengaruh fenom­ena tersebut dalam tubuh fisik manusia, berupa tanda-tanda yang menunjukkan terjadinya kematian.
Meskipun beberapa ayat dan hadits telah menunjukkan bahwa berhentinya kehidupan adalah dengan pencabutan ruh dan penahanan jiwa, akan tetapi ayat atau hadits seperti itu tidak menentukan titik waktu kapan terjadinya pencabutan ruh, penahanan jiwa, dan berhentinya kehidupan. Pemberitaan wahyu tentang hal tersebut, ialah bahwa ruh jika dicabut, akan diikuti oleh pandangan mata, sebagaimana yang diterang­kan dalam hadits di atas. Demikian pula terdapat keterangan dari sabda Rasulullah SAW :
 “Jika kematian telah menghampiri kalian, maka pejamkanlah penglihatan kalian, sebab penglihatan akan mengikuti ruh (yang sedang dicabut)…” (HR. Ahmad, dari Syadad bin Aus RA)


IBD : MANUSIA DAN HARAPAN


A. PENGERTIAN HARAPAN
Harapan berasal dari kata harap, artinya keinginan supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu hati. Putus harapan berarti putus asa. Tanpa harapan manusia tidak artinya sebagai manusia. Manusia yang tak mempunyai harapan berarti tak dapat diharapakan lagi.
Menurut kodratnya dalam diri manusia ada dorongan yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat itu ialah menangis, tertawa, berpikir, berkata, bercinta, mempunyai keturunan dan lain sebagainya. Kebutuhan hidup ialah kebutuhan jasmani dan rohani. Kebutuhan jasmani ialah : pengan, sandang dan papan. Sedangkan kebutuhan rohani meliputi : kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan hiburan dan lain sebagainya.

--> Persamaan Harapan dan Cita-cita
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Cita-cita merupakan Impian yang disertai dengan tindakan dan juga di berikan batas waktu. Jadi kalau kita bermimpi untuk menjadi netpreneur yang sukses, ya… harus di sertai tindakan jangan cuma berandai-andai saja. Serta jangan lupa di berikan target waktu sehingga kita punya timeline kapan hal tersebut kita inginkan terealiasasi.
Dari kecil kita pasti dinasehati oleh orangtua, guru ataupun buku untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit. Semua itu memang benar karena dengan adanya cita-cita atau impian dalam hidup kita akan membuat kita semangat dan bekerja keras untuk menggapai kehidupan yang lebih baik di dunia.
Cita-cita yang baik adalah cita-cita yang dapat dicapai melalui kerja keras, kreativitas, inovasi, dukungan orang lain dan sebagainya. Khayalan hasil melamun cenderung tidak logis dan bersifat mubazir karena banyak waktu yang terbuang untuk menghayal yang tidak-tidak.
Contoh : Seseorang yang punya cita-cita jadi dokter. Ketika dia tidak masuk jurusan ipa dia stress, lalu gagal snmptn / spmb kedokteran dia stress, dan seterusnya.
Tidak semua orang bisa menentukan cita-cita. Jika tidak bisa menentukan cita-cita, maka bercita-citalah untuk menjadi orang yang berguna dan dicintai orang banyak dengan hidup yang berkecukupan. Untuk mendapatkan motivasi dalam mengejar cita-cita kita bisa mempelajari kisah sukses orang lain atau membaca atau melihat film motivasi hidup seperti laskar pelangi.
Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu: keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.

B. PENYEBAB MANUSIA PUNYA HARAPAN
Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.
2. Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

C. PENGERTIAN DOA
Doa berarti memohon atau meminta sesuatu yang baik dari Allah s.w.t yang Maha Pemurah. Allah s.w.t. menyuruh orang-orang Islam berdoa atau meminta sesuatu kepadaNya seperti firman di bawah yang bermaksud:
Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada Ku nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takabur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.” (Surah Al-Mu’min:60)
Orang yang berdoa mesti yakin bahwa doanya akan dikabulkan Allah. Ada kalanya doa seseorang itu mustajab, kerana sebaik sahaja ia berdoa lantas Allah memakbulkan dengan segera atau Allah menundakan doanya itu hingga beberapa lama pada masa yang akan datang.

--> Macam Macam Doa
1.     Do’a Hendak Berpakaian
Ketika berpakaian kita memohon untuk kebaikan dari pakaian yang kita kenakan, dan berlindung dari kejahatan pakaian yang kita kenakan.
“Bismillahari rahmaanir rahim. Allaahumma inni as-asluka min khairihi wa khairi maa huwalahu wa a’uudzu bika min syarrihi wa syarri maa humalahu”
Artinya : “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yaa Allah, aku memohon kepada-Mu dari kebaikan pakaian ini, dan kebaikan sesuatu yang ada dipakaian ini. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan pakaian ini dan sesuatu yang ada dipakaian ini“
2.    Do’a Ketika bercermin
Saat bercermin kita memohon dibaguskan akhlak kita seperti Allah telah membaguskan wajah kita
Allahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqiiArtinya:Ya Allah sebagaimana telah kau perindah kejadianku, maka indahkanlah pula akhlakku.
3.    Do’a Sebelum Makan
“Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar“
Artinya : “Yaa Allah, berkatilah rezeki yang engkau berikan kepada kami, dan peliharalah kami dari siksa api neraka
4.    Do’a Sesudah Makan
“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa muslimiin“
Artinya : “Segala puji bagi Allah yang memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami memeluk agama islam“
5.    Do’a Naik Kendaraan Darat
“Subhaanal ladzi sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqrinina wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuuna“
Artinya : “Maha suci Tuhan yang memudahkan ini kendaraan bagi kami, sedangkan kami tiba bisa memudahkan kepada-Nya, dan kepada Allah kami kembali“

 --> Contoh Doa
    Ya Allah cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram perkayalah aku dengan karuniamu(supaya aku tidak meminta)kepada selain-Mu (HR:At-Tirmidzi).

D. KEPERCAYAAN
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena hasil penyelidikan sendiri, melainkan karena diterima orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.

--> Tiga  teori kebenaran :
1) Teori Koherensi atau konsistensi
Suatu pernyataan diaggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan – pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2) Teori Korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorenponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3) Teori Pragmatis
Kebenanran suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

E. KEPERCAYAAN DAN USAHA UNTUK MENINGKATKANNYA
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
a) Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
b) Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
c) Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dennawan, dan sebagainya.
d) Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
e) Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya.


CONTOH KASUS :
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya pun dapat menimbulkan bagi penderitaan bagi manusia yang lainnya. Tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari karena perbuatannya lah yang menimbulkan penderitaan pada manusia yang lainnya. Kebanyakan manusia baru menyadari kesalahannya ketika bencana yang menimbulkan penderitaan bagi manusia yang lainnya itu sudah terjadi.
Contohnya : Musibah banjir dan tanah longsor di lampung selatan bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian dibabat menjadi lahan tandus dan gundul oleh manusia – manusia penghuni liar itu.
Akibatnya beberapa jiwa jadi korban banjir, ratusan rumah hancur, belum terhitung lagi jumlah ternak dan harta benda yang hilang / musnah. Segenap lapisan masyarakat, pemerintah dan ABRI bekerja sama untuk membebaskan para korban dari penderitaan yang mereka derita itu.
http://laelatulafifah.blogspot.com/2012/01/manusia-dan-harapan.html
http://asepburhanudin.wordpress.com/2012/06/27/manusia-dan-harapan/